Laporan Projek

Nama : Eliyanti

Kelas : X-B

Kelompok : 3

Tema : Trend budidaya tanaman masa depan

PEKAN 1

DISKUSI PERANCANGAN


Pengertian

Vertikultur adalah sistem budidaya tanaman yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sistem ini memanfaatkan ruang secara vertikal untuk menanam tanaman, sehingga dapat menghemat lahan. Vertikultur dapat dilakukan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor).Budidaya tanaman konvensional adalah sistem budidaya tanaman yang dilakukan secara horizontal atau mendatar. Sistem ini membutuhkan lahan yang luas, sehingga tidak cocok untuk daerah perkotaan atau lahan terbatas.


Konsep vertikultur berbeda dengan budidaya tanaman konvensional dalam beberapa hal, yaitu:


Penggunaan ruang: Vertikultur memanfaatkan ruang secara vertikal, sehingga dapat menghemat lahan. Budidaya tanaman konvensional memanfaatkan ruang secara horizontal, sehingga membutuhkan lahan yang luas. 

Metode budidaya:Vertikultur dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti hidroponik, aeroponik, dan aquaponik. Budidaya tanaman konvensional umumnya dilakukan dengan metode konvensional, yaitu menggunakan media tanam tanah.

Perawatan:Tanaman vertikultur membutuhkan perawatan yang lebih intensif, karena tanaman ditanam di tempat yang terbatas dan lebih rentan terhadap penyakit dan hama. Budidaya tanaman konvensional umumnya membutuhkan perawatan yang lebih sederhana.

Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan vertikultur dibandingkan dengan budidaya tanaman konvensional:

Kelebihan vertikultur:

1.Hemat lahan

2.Dapat dilakukan di lahan terbatas

3.Meningkatkan efisiensi penggunaan air

4.Meningkatkan produktivitas tanaman

Kekurangan vertikultur:

1.Membutuhkan perawatan yang lebih intensif

2.Biaya awal yang lebih tinggi

3.Tidak cocok untuk semua jenis tanaman

Secara umum, vertikultur merupakan sistem budidaya tanaman yang memiliki banyak kelebihan, terutama dalam hal penghematan lahan. Sistem ini cocok untuk daerah perkotaan atau lahan terbatas. Namun, vertikultur membutuhkan perawatan yang lebih intensif, sehingga diperlukan ketelitian dan keterampilan dalam menerapkannya.

Dokumentasi



 PEKAN 2

RESUME DEMONTRASI PRAKTIK


Cara Menanam Selada Dari Biji

Beberapa tahapan untuk menunjang pertumbuhan selada, berikut penjelasan lengkapnya:

1. Persiapan Media Semai Selada

2. Persiapan Benih Selada

3. Cara Menyemai Bibit Selada

4. Persiapan Media Tanam Selada

alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:

Alat:

1.pisau          

2.gunting       

3.palu

Bahan:

1.Botol                

2.tanah             

3.air                 

4.bibit                 

5.pupuk            

kendala:

bibit yang disemaikan sangat lama pertumbuhannya mungkin karena kurang perawatan,dan karena saya baru pertama kali melakukan penyemaian selada bokor,jadi belum pandai merawat tanaman selada bokor. 

RAB

1.Gunting Rp. 3.000

2.botol Rp.10.000

3.paku Rp. 5.000

5.bibit Rp. 25.000

            ----------------- +

             Rp. 43.000


kesimpulan:

Bibit selada yang berupa biji-bijian harus disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di atas lahan yang telah disiapkan. 

Dokumentasi


PEKAN 3

SAAT MEMBUAT MEDIA TANAM:


media untuk menanam yang kita gunakan yaitu dari botol bekas yang dibagi menjadi 2 bagian lalu bagian bawah botol tersebut dilubangi oleh paku agar air tidak merendam selada bokor,dan bagian atasnya dipakai untuk menanam selada bokor, ditutup botolnya dikasih kain untuk menyerap air.  

Dokumentasi



PENANAMAN:

Sebelum menanam kita harus pastikan tanaman kita sudah bisa ditanam,setelah ditanam jangan lupa untuk selalu disiram, kemudian setelah tanaman sudah bisa tumbuh dimedia baru jangan lupa memberi pupuk agar pertumbuhan tanaman lebih optimal

KENDALA

saat melakukan penanaman ternyata tanah yang kita pakai terlalu basah,jadi kita harus menggantikan kembali tanahnya.

Dokumentasi



PROSES PENGECATTAN LAHAN

kita juga melakukan pengecatan agar lahan kita terlihat lebih indah dan bersih. 

KENDALA

karena alat cat yang disediakan hanya sedikit jadi saat pengecatan membutuhkan waktu yang sedikit lama. 

Dokumentasi



PEMANENAN:

setelah tanaman selada sudah besar kita bisa memanennya,cara memanennya sangat gampang kita hanya perlu mencabutnya dari media tanam

KENDALA:

saat pemanenan ada beberapa kendala yaitu tanaman yang sulit untuk dicabut,karena tanah yang kering akibat tidak adanya hujan.

Dokumentas






PROSES PEMBERSIHAN LAHAN:

setelah tanaman dipanen,lahan bekas penanaman bisa dibersihkan dan media tanamnya diganti dengan yang baru agar ketika nanti akan ditanamkan kembali bibit selada, selada bisa tumbuh dengan subur

KENDALA:

kendalanya yaitu banyak media tanam yang rusak, jadi kita harus menggantikan yang baru. 

Dokumentasi







PENANAMAN KEMBALI:

Setelah lahan dibersihkan kita dapat melakukan penanaman ulang, caranya sama seperti penanaman sebelumnya

Kendala:

media untuk menanam banyak yang rusak

Dokumentasi



KESIMPULAN:

Manfaat dari dibuatnya vertikultur yaitu sebagai salah satu cara mengatasi ketersediaan lahan, dengan penggunaan pola penanaman vertikultur lahan yang sempit dapat berproduksi tinggi untuk berbagai jenis tanaman sayur yang akan ditanam. Selain dapat memaksimalkan keterbatasan lahan.

EVALUASI:

Meningkatkan pemahaman tentang tatacara menanam selada bokor, agar tidak mengalami gagal panen lagi








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Inggris

Bahasa Inggris